Belajar memahami sebuah “proses”

29 10 2008

Kebanyakan orang sudah paham bahwa segala sesuatu terjadi melalui sebuah proses. Paling tidak semua hal mengenai dunia ini bisa diperhatikan prosesnya, mulai dari ulat menjadi kepompong hingga kupu-kupu. Tapi ga sedikit juga yang hanya tahu tapi tidak memperhatikan, menyelami dan selanjutnya mengaplikasikan hal tersebut dalam hidup. Mau yang lebih mudah? Kita ga langsung bisa buang air besar di toilet kan? Ada proses menuju kesana. Dan prosesnya, yakin deh, sangat lamban dan menyebalkan untuk ukuran waktu kehidupan manusia.

Tapi beberapa orang, karena pola pikirnya terbiasa instan. Atau karena hal tersebut bukan berhubungan dengan dirinya. Tapi justru lebih kepada orang lain yang diharapkan menjadi sesuai dengan harapannya, tidak lagi memahami hal ini. Atau berlagak tidak peduli. Dan hal ini tidak ada hubungannya dengan tinggi rendahnya jenjang pendidikan.
Mereka tidak lagi menghargai proses untuk sesuatu berubah menjadi bentuk yang baru. Proses untuk berubah menjadi lebih baik. Ada rentang waktu yang dibutuhkan.

Mudah-mudahan saja orang-orang dengan pola pikir semacam ini, yang maunya serba instan, tidak bertambah di dunia ini.

Mudah-mudahan ini juga hanya bagian dari sebuah proses.

Dan selayaknya sebuah proses, kita juga tidak membiarkan hal tersebut mengganggu proses pengembangan diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.