Belajar memahami sebuah “proses”

29 10 2008

Kebanyakan orang sudah paham bahwa segala sesuatu terjadi melalui sebuah proses. Paling tidak semua hal mengenai dunia ini bisa diperhatikan prosesnya, mulai dari ulat menjadi kepompong hingga kupu-kupu. Tapi ga sedikit juga yang hanya tahu tapi tidak memperhatikan, menyelami dan selanjutnya mengaplikasikan hal tersebut dalam hidup. Mau yang lebih mudah? Kita ga langsung bisa buang air besar di toilet kan? Ada proses menuju kesana. Dan prosesnya, yakin deh, sangat lamban dan menyebalkan untuk ukuran waktu kehidupan manusia.

Tapi beberapa orang, karena pola pikirnya terbiasa instan. Atau karena hal tersebut bukan berhubungan dengan dirinya. Tapi justru lebih kepada orang lain yang diharapkan menjadi sesuai dengan harapannya, tidak lagi memahami hal ini. Atau berlagak tidak peduli. Dan hal ini tidak ada hubungannya dengan tinggi rendahnya jenjang pendidikan.
Mereka tidak lagi menghargai proses untuk sesuatu berubah menjadi bentuk yang baru. Proses untuk berubah menjadi lebih baik. Ada rentang waktu yang dibutuhkan.

Mudah-mudahan saja orang-orang dengan pola pikir semacam ini, yang maunya serba instan, tidak bertambah di dunia ini.

Mudah-mudahan ini juga hanya bagian dari sebuah proses.

Dan selayaknya sebuah proses, kita juga tidak membiarkan hal tersebut mengganggu proses pengembangan diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik.





Jadi animator 3d (ikutan Rollbots)

27 10 2008

Akhirnya pindah juga jadi animator 3d. ikutan proyek serial “Rollbots”.
Akhirnya belajar juga menganimasikan pake software 3d untuk yang sesungguhnya, ga sekedar belajar-belajar doang. Ternyata menyenangkan juga, sebenarnya lebih menyenangkan dan jauh lebih mudah malah(lebih tepatnya, seharusnya memang lebih mudah). Hanya memindahkan posisi obyek yang akan di animasikan, selebihnya kita biarkan Core 2 Duo menghitung sendiri hasil yang didapat. Kita hanya perlu menunggu hasil dari preview. Kalau datanya ringan malah bisa langsung di preview tanpa harus menunggu proses render. Cuma satu yang terasa ribet, begitu banyak controller serta tools yang harus diingat fungsinya. Kalau dulu tinggal ganti gambar, sekarang harus mencari dulu controller yang tepat pada rig karakter tersebut untuk mengubah posisinya. Kalo dulu art sekarang malah lebih ke teknikal. Tapi harus saya akui 3d is FUN!! But 2d is BETTER!!!rb1








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.